" Selamat Datang di ideaNusantara "

Selamat Datang di website kami..
Ide Media Arsitektur Nusantara atau biasa kami sebut dengan IDEA NUSANTARA, merupakan penyedia jasa Arsitek yang ber-homebase di Malang.
Konsep IDEA NUSANTARA adalah "one stop design", kami akan membantu anda mulai dari tahap desain, sampai tahap pelaksanaan. Kami juga menyediakan jasa desain dan pembuatan elemen interior dan furniture.
Konsep desain kami adalah desain yang yang memiliki ciri khas, keunikan, yang sesuai dengan karakter klien kami.
Kami akan menunjukan hasil karya kami sebagai visualisasi desain, project yang sedang kami kerjakan dan tips-tips menarik yang memungkinkan untuk dapat diaplikasikan di rumah anda.
Selamat datang di website kami, mari berbagi pengalaman bersama...


Salam,
IdeaNusantara Malang


8.8.09

TIPS : MENGATASI RETAK PADA DINDING INTERIOR


Sering kali kita menjumpai dinding interior rumah kita mengalami retak-retak yang tidak beraturan. Padahal pada saat proses pembangunan rumah, kita sudah melakukan pengawasan melekat terhadap salah satu hasil kerja para tukang ini. Tetapi hal ini masih saja sering terjadi. Apakah sebenarnya penyebabnya?

RETAK RAMBUT
Seperti yang telah banyak kita jumpai biasanya pola retak tidak beraturan dan celahnya berukuran kecil.
Penyebab :
1.Unsur-unsur pembentuk bahan plesteran tidak homogen, seperti pasir yang tidak bersih dan masih mengandung tanah
2.Pengacian belum waktunya dilakukan pada plesteran. Pengacian baru bisa dilakukan minimal 2 minggu setelah proses plesteran.
Solusi :
1.Celah retak rambut diperbesar dengan menggunakan kape.
2.Lalu tutup retak rambut yang telah diperbesar tadi dengan plamur tembok.
3.Setelah plamur tembok mengering, ampelas permukaannya. Selanjutnya lakukan pengecatan.

RETAK DINDING STRUKTUR
Pola retak pada dinding membentuk bidang diagonal dan biasanya berukuran besar. Ada juga yang pola retaknya vertikal dengan celah dibagian di bagian bawah berukuran besar.
Penyebab :
1.Pada pola retak yang diagonal, dinding mengalami gaya geser yang biasanya diakibatkan oleh gempa atau salah satu titik pondasi mengalami penurunan.
2.Sedangkan pada pola retak vertikal, biasanya balok sloof tempat bertumpunya dinding mengalami patah.
Solusi :
1.Lantai digali untuk melihat tingkat kerusakan pada balok sloof.
2.Membuat balok perkuatan pada sloof yang mengalami patahan.
3.Setelah perbaikan pada sloof, menambal retakan yang ada dengan menambah bonding agent.
4.Plamur dan selanjutnya cat ulang dinding yang sudah ditambal.


MENCEGAH RETAK PADA DINDING
1.Untuk mencegah dinding retak, gunakan bahan penyusun plesteran yang berkualitas baik, yaitu semen berkualitas baik dan pasir tidak bercampur tanah atau dapat juga menggunakan pasir putih.
2.Sebagai alternatif, untuk plesteran yang berkualitas baik dapat menggunakan jenis plester instant yang memiliki campuran lebih homogen/merata dan daya rekat yang tinggi. Walaupun harganya relatif lebih mahal, tetapi sesuai dengan mutu yang diperoleh.
3.Memberi waktu yang cukup antara proses plesteran dan pengacian (kira-kira 2 minggu/ 20 hari) dapat mencegah keretakan pada dinding. Hati-hati apabila mengerjakan pada musim hujan, karena diperlukan waktu pengeringan yang lebih lama.
4.Proses pengadukan antara semen, pasir dan air harus homogen/ merata untuk mencegah keretakan. Untuk area basah, campuran semen : pasir adalah 1:2 atau 1:3. Untuk area bukan basah/ kondisi normal, gunakan campuran 1:6 atau 1:8.
5.Perubahan suhu yang terus-menerus juga dapat mengakibatkan keretakan. Karena itu dinding eksterior perlu dilindungi oleh teritisan/ overstek dari sorotan matahari atau tampias air hujan.
6.Keretakan juga sering terjadi pada sekeliling kusen pintu atau jendela kayu, karena terjadinya pemuaian dan penyusutan kayu. Karena itu gunakanlah kayu yang benar-benar kering (kayu oven), untuk memperkecil resiko muai-susut.
7.Untuk lubang pintu atau jendela yang besar, gunakan susunan bata sistem rolaag yang berfungsi menopang beban susunan bata di atasnya. Sehingga kayu kusen jendela atau pintu tidak melengkung ketika menerima beban susunan bata di atasnya.





Related Article:

4 comments:

alumumba mengatakan...

Pak mau tanya kalau retakan rambut sudah dibongkar dan ditambal sesuai dengan yang disampaikan diatas(bahan maupun cara), namun beberapa minggu kemudian retak lagi (sudah 2x pada lokasi yg sama), kenapa dan apa solusinya?
terimakasih.

Tim ideaNusantara mengatakan...

Salam hangat...

Untuk menganalisa retakan yang terjadi pada rumah bapak, kami tidak bisa memastikan penyebabnya karena apa, karena dibutuhkan pengamatan langsung di lokasi.
Tapi akan kami coba simpulkan, apakah retakan yang terjadi celahnya lebar atau rambut?
Apakah retakan terlihat memanjang(dari atas kebawah)?
Apabila retakan rambut dan terjadi terus menerus(setelah dilakukan perbaikan), biasanya penyebabnya dari kualitas bahan plesteran dan proses pengeringan sebelum diaci.
Apabila retakan celah lebar, biasanya ini ada patahan struktur bangunan. Ini bisa terjadi pada ringbalk/balok dinding atas, bisa juga dari patahan balok sloof bawah. Patahan ini bisa disebabkan karena mutu beton pada kedua bagian tersebut.

Semoga penjelasan kami dapat membantu.
Salam, Tim Ideanusantara

zuditax mengatakan...

Ehmmm...bagus infonya gan...thx.
Ane mau tanya juga nih...
Setelah dilakukan penambalan bagian yang retak bagaimana mensiasati supaya BEKAS retakan tadi tidak kelihatan BELANG?
Trimakasih tanggapannya.

Tim ideaNusantara mengatakan...

Salam sdr Zuditax..

Kalo yang satu ini memang gampang2 susah, masalahnya campuran acian dan plamur yang baru bisa saja tidak sama dengan tembok lama. Perbedaan komposisi campuran inilah yg sering kelihatan belang.
Solusinya bisa menggunakan semen instant untuk penambalan. Setelah itu biarkan dulu tembok benar2 kering untuk masing2 proses(plesteran, acian dan plamur, sampai akhirnya dicat kembali).
Karena selain perbedaan komposisi campuran, penyebab kedua tembok baru belang, adalah masing2 proses(yg kami sebut di atas belum kering benar).

Semoga pencerahan ini bermanfaat,
Salam, Tim Ideanusantara

Poskan Komentar


 

Popular Posts

Subscribe Us!

Sign In

Copyright © 2010 IDEANUSANTARA | Konsultan Arsitektur, Desain Interior dan Furniture. All rights reserved.
Themes by Bonard Alfin >