" Selamat Datang di ideaNusantara "


Studio Arsitektur Idea Nusantara, merupakan penyedia jasa desain arsitektur di kota Malang.
Konsep Idea Nusantara adalah "one stop design", mulai dari tahap desain sampai tahap pelaksanaan. Kami juga menyediakan jasa desain dan pembuatan elemen interior dan furniture.





22.2.18

KAMPUNG TEMATIK FESTIVAL RANCANG MALANG 2016

KAMPUNG TEMATIK FESTIVAL RANCANG MALANG 2016 

Menjelang akhir tahun 2016, kami ikut berperan serta melakukan pendampingan pada masyarakat, dalam lomba Kampung Tematik Festival Rancang Malang yang digagas oleh Pemerintah Kota Malang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. 

Lomba Kampung Tematik Festival Rancang Malang ini dilakukan dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan dengan target zero kawasan kumuh di kota Malang, yang pada akhirnya dapat berdampak pada meningkatnya status sosial ekonomi masyarakat di kampung tersebut. 

Sebagai tim pendamping dari asosiasi arsitek (IAI cabang Malang), kami ditugaskan untuk melakukan pendampingan pada 3 kampung/kelurahan, yaitu: Kelurahan Kesatrian (Kampung Lansia Punya Cerita), Kelurahan Lesanpuro (Kampung Wisata Sayur Organik “Baran Bela Negara Agro”) dan Kelurahan Cemorokandang (Kampung Hijau dan 3R). *) 

Tugas pendampingan masyarakat ini, menuntut kami untuk membantu warga kampung dalam menterjemahkan karakter/ciri khas yang menjadi tema pada kampung tersebut, menjadi sebuah gambar desain. Festival Rancang Malang adalah sebuah kegiatan kompetisi perancangan yang dilakukan secara partisipatif oleh masyarakat, oleh karena itu perlu mendapat peran untuk mendiskusikan dalam merancang ruang hidupnya. 

 *) Architect in Charge: 
Agung Yudha Wicaksana, IAI. 
Aryanti Dewi, IAI. 
Arta Adi Putra, IAI. 
Supendi Agung, ST. 
Aditya Yuni Prasetya, ST.


Kampung Lansia Punya Cerita - Kesatrian - Kota Malang

Kampung Hijau dan 3R - Cemorokandang, Kota Malang


Kampung Wisata Sayur Organik "Baran Bela Negara Agro" - Lesanpuro, Kota Malang









Salam, 
Dewi - IdeaNusantara 

aryantidewi@ideanusantara.com


17.2.18

RAHASIA MEMBUAT RUMAH TERASA LUAS

RAHASIA MEMBUAT RUMAH TERASA LUAS 


by: Unemori Architect

Idealnya ketika merencanakan desain interior rumah, harus direncanakan penataan perabotnya. Apalagi kalau tanahnya mungil atau rumah mungil, bajet terbatas, sementara kebutuhan ruangnya banyak. Jangan sampai ketika rumah sudah jadi, terus beli perabot eh... ternyata bikin rumah jadi terlihat penuh karena ukurannya nggak pas dengan ruangan atau modelnya nggak cocok dengan konsep desain rumahnya. Belum lagi kalau lihat furniture suka lapar mata, kadang beli cuma gara-gara dilihat “lucu”, setelah nyampe rumah ternyata nggak terlalu butuh, bentuknya tidak sesuai kebutuhan, desainnya nggak nyambung dengan perabot lain dan kesannya jadi rame. 


Dalam setiap perencanaan desain rumah, saya selalu berusaha meyakinkan klien menyisihkan bajetnya untuk desain interior dan perencanaan furniture dengan lebih baik. Jangan sampai bajet habis hanya untuk membangun rumah, sehingga ketika giliran mengisi furniture jadi asal-asalan. Akhirnya rumah tidak terasa lega, bahkan malah jadi sumpek, sempit, bahkan bisa-bisa menguras tabungan anda. 


Salah satu acara favorit saya adalah acara Before After atau bedah rumah ala Jepang yang tayang di salah satu channel TV disana. Jangan dilihat dari anggarannya, tapi bagaimana mereka menata rumahnya dengan keterbatasan lahan dan mengolah furniture sehingga bisa multifungsi. Pada akhirnya rumah kecil pun jadi terasa luas karena desain interior dan furniture yang tepat guna dan multifungsi.



Dan ternyata jarang orang menyadari, bahwa dengan perencanaan furniture bisa membuat ruangan terasa lega, kebutuhan ruang tetap bisa terpenuhi dan perabot rumah tangga tertata rapi. 

Salam, 
Dewi - IdeaNusantara 
aryantidewi@ideanusantara.com


4.2.18

RENOVASI (BUKAN) PEKERJAAN SEDERHANA

Ternyata banyak orang yang masih salah kaprah memahami renovasi, bahwa renovasi tidak se-SEDERHANA yang orang bayangkan. Pekerjaan renovasi bisa memakan waktu yang tidak singkat, muncul pekerjaan-pekerjaan tidak terduga yang akan membuat bajet membengkak. Intinya, renovasi tidak sesimpel yang dibayangkan karena renovasi adalah “menyambung” bangunan lama dan bangunan baru, sehingga hasil renovasi diharapkan menjadi satu kesatuan utuh dan tidak terkesan tambal sulam.
Misalnya, ada kelebihan tanah di belakang rumah, lalu ingin menambah ruang, dalam pelaksanaannya tidak sekedar membuat tembok namun juga memikirkan bagaimana strukturnya, bentuk atapnya sehingga bisa menyatu dengan atap lama, finishing dindingnya, finishing lantainya, kesinambungan ruang baru dengan bangunan lama, dsb.

Contoh lain adalah renovasi menambah luas bangunan ke atas atau membuat lantai di atas. Dalam renovasi ini pekerjaan renovasi bisa disebut renovasi besar, karena harus dibuat struktur baru untuk menyangga lantai dua. Pembuatan struktur lantai dua ini tentunya akan sedikit membongkar lantai dan dinding, sehingga dibutuhkan anggaran untuk mengganti penutup lantai dan menambal dinding yang terkena pemasangan struktur.
Perencanaan dalam renovasi mutlak diperlukan sehingga semua detil-detil pekerjaan atau hal-hal tidak terduga yang mungkin bisa muncul pada pekerjaan renovasi, bisa segera dicarikan solusi. Dengan adanya perencanaan maka anggaranpun bisa diatur sehingga tidak membengkak di tengah jalan karena munculnya pekerjaan-pekerjaan tambahan saat renovasi.

Salam,
Dewi - IdeaNusantara
aryantidewi@ideanusantara.com






10.7.16

PENTINGNYA DESAIN INTERIOR UNTUK RESTO atau CAFE

Interior adalah aspek yang terkadang terlupakan, apalagi kalau budget terbatas, rasanya sayang sekali kalau budget dianggarkan untuk urusan "hias-menghias". Apalagi jika anda terlalu menganut prinsip ekonomi..."dengan modal sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil sebesar-besarnya"...heHehE

Sumber: Lemongrass Restaurant

Boleh saja kalau kita berpendapat bahwa, yang terpenting adalah produk yang anda jual tersebut dalam hal ini masakan yang ada di rumah makan yang anda kelola dan bukan kenyamanan ataupun keunikan tempatnya. Namun, bagaimana jika pesaing anda, yang kebetulah berlokasi tidak jauh dari tempat usaha anda, menyediakan masakan yang sama lezatnya namun didukung oleh desain tempat bagus, nyaman, unik?. Apalagi didukung akses internet yang kenceng, heHehE... Kami rasa para pembeli tentunya akan memilih kompetitor anda tersebut.

Makan di luar bagi sebagian kalangan masyarakat urban merupakan bagian dari pleasure and fun, bisa juga menjadi solusi dalam rangka menjamu relasi untuk kepentingan yang bersifat bisnis, menjamu keluarga atau teman. Sehingga makan di luar bukan sekedar mengisi perut. Makan di luar rumah sekarang ini menjadi semakin disukai oleh masyarakat, terutama mereka yang sehari-hari disibukkan oleh rutinitas keseharian kerja. Oleh sebab itu, maka bisnis inipun menjadi semakin diminati dan tentunya semakin ketatlah persaingan bagi para pebisnis rumah makan, cafe atau kuliner.

Banyak cara dilakukan oleh para pebisnis ini untuk menarik minat pembeli. Dalam hal ini kita membahas usaha pemilik resto atau cafe, untuk mengoptimalkan desain interior tempat usaha mereka. Untuk membuat desain pada tempat usaha anda, cara mudahnya anda bisa meminta bantuan desainer. Tentunya dengan keilmuan yang dimiliki dan pengalamannya, seorang desainer akan membuatkan konsep interior untuk tempat usaha anda. Desainer akan mewadahi keinginan, kebutuhan dan mengatur anggaran yang anda miliki. Sehingga interior tempat usaha tidak sekedar urusan “hias-menghias” saja namun memiliki nilai lebih dimata pengunjung.

Namun, tak sedikit juga pemilik usaha yang mencoba untuk menekan biaya dengan mendesain sendiri tempat usaha mereka. Selama anda kreatif, tentunya hal ini bisa saja anda lakukan. Anda bisa mencari inspirasi melalui majalah-majalah interior, browsing di internet, dsb. Berikut tips yang bisa anda terapkan jika anda ingin mengolah interior untuk tempat usaha:
  1. Jika anda memutuskan untuk mendesain sendiri, maka gunakan pewarnaan monokrom/turunan, misalnya coklat dipadukan dengan warna cream, hitam dipadukan dengan putih, kuning dengan oranye dan seterusnya. Tanpa keahlian, penggunaan warna yang terlalu berani akan beresiko ruangan menjadi tidak teratur, berantakan, bahkan terkesan lebih sempit.
  2. Jangan pernah meletakkan dapur yang bisa terlihat oleh pembeli jika dapur tersebut tidak didesain secara benar, atau didesain seadanya. Terlebih bila dapur anda tersebut kotor dan berantakan, ini akan menimbulkan kesan yang kurang baik bagi konsumen nantinya.
  3. Jika terdapat sisi atau dinding yang kosong, terlebih sisi dinding yang kosong tersebut berukuran cukup besar, maka berilah sesuatu yang membuat orang tertarik untuk melihatnya atau berfoto dengan latar belakang dinding tersebut, misalnya ukiran besar, lukisan, logo resto atau cafe anda, dsb. Ini juga bisa menjadi ciri khas bagi resto atau cafe anda nantinya.
  4. Pastikan ruangan tidak mengabaikan sirkulasi orang di dalamnya. Pastikan juga agar jarak antara meja, kursi serta ruang gerak memenuhi standar pergerakan manusia (yaitu minimal 60cm).
  5. Jika budget anda terbatas, untuk dekorasi gunakan bahan-bahan yang ada di sekitar anda, misal jika resto cafe bertema vintage/jadul anda bisa memasukkan barang-barang jadul dari rumah orang tua anda atau bahkan dari rumah kakek nenek anda. Selembar kain batik milik nenek, setrika jadul, radio jadul ataupun sepeda antik, bisa jadi eye-catching jika anda pintar mengolah dan menempatkannya menjadi unsur dekorasi.

Masih banyak cara-cara kreatif jika budget anda terbatas, tergantung kreatifitas masing-masing, yang penting jangan pernah meremehkan interior tempat usaha.





7.7.16

PROJECT RUMAH MODERN KONTEMPORER ARJOSARI

Rumah modern kontemporer, Desain rumah modern, Bata ekspos















23.6.16

BENARKAH ANDA MEMBUTUHKAN JASA ARSITEK?


Benarkah Anda Membutuhkan Jasa Arsitek ?

“Mau bangun rumah? Buat apa jasa arsitek? Kan tinggal ketik di google, liat di majalah,dsb, trus cari mandor atau tukang bangunan, sodorin gambarnya, jadi deh..”




Sebelum anda memutuskan bahwa anda perlu jasa arsitek, sebenarnya apa yang anda pikirkan tentang arsitek/desain interior? Apa anda hanya butuh gambar? Kalau butuh contoh gambar tinggal “klik” saja di google, misal anda ingin rumah minimalis, ketik “rumah minimalis” atau “desain rumah minimalis”, maka ribuan gambar rumah minimalis akan terpampang di layar monitor anda, kalau masih kurang banyak, anda ketik lagi dengan bahasa Inggris “minimalist house”, akan ada lagi ribuan rumah minimalis yang bisa anda lihat.

Jika yang anda butuhkan bukan hanya sekedar “gambar”, namun juga penataan ruang sesuai kebutuhan, pemilihan dan penataan furniture, penghawaan, pencahayaan, bagaimana menyiasati lahan terbatas, pemilihan bahan sesuai anggaran yang anda miliki, hingga memahami keseharian seluruh penghuni rumah sehingga desain bisa nyaman bagi seluruh penghuni rumah, maka anda membutuhkan jasa arsitek/desainer untuk memberikan solusi desain.

Ketika anda memutuskan menggunakan jasa arsitek, terlebih dahulu cari informasi siapa itu arsitek/desainer? Apa tugas yang dilakukan arsitek/desainer? Tanpa perlu panjang lebar saya menjelaskan, cara gampangnya adalah memanfaatkan google untuk memberi informasi segala hal tentang arsitek/desainer. Jika anda sudah paham dengan arsitek/desainer dan anda memang benar-benar membutuhkan jasa mereka silahkan menghubungi mereka. Oke, sudah paham yaa..siapa itu arsitek/desainer dan apa tugasnya?..


PROSES DESAIN

Kami coba menjelaskan tentang APA ITU PROSES DESAIN?. Ketika anda sakit dan harus ke dokter, tentunya anda akan menceritakan semua keluhan anda pada dokter, lalu dokter akan memeriksa anda, mendiagnosa dan jika diperlukan dokter akan meresepkan obat sebagai usaha untuk menyembuhkan anda. Begitu juga ketika anda mendatangi kami, misalnya anda akan membangun rumah, tentunya kami akan berusaha menggali informasi mengenai rumah apa yang anda butuhkan, desain seperti apa yang anda inginkan, siapa penghuninya, apa keinginan setiap penghuni, berapa anggaran yang anda siapkan, dsb. Setelah data-data yang diperlukan dari pemilik rumah sudah cukup, maka kami akan mulai dengan membuat GAMBAR DESAIN sebagai usaha untuk menjawab PERMASALAHAN anda. Desain ini belum tentu sesuai dengan keinginan klien, sehingga akan ada proses yang namanya Proses Revisi, jumlah revisi biasanya lebih dari sekali tergantung kebijakan masing-masing arsitek/desainer. Dari revisi-revisi itu diharapkan desain akan sesuai dengan kebutuhan, keinginan dan tentunya anggaran yang disiapkan klien.

Lamanya proses desain tidak bisa kami pastikan, yang pasti tidak mungkin pesan hari ini besok harus jadi. Proses desain bisa jadi hanya dalam hitungan hari/minggu tapi bisa jadi sampai hitungan bulan, tergantung dari proses desain dan revisinya (jika ada revisi). Mungkin tanpa disadari oleh klien bahwa Proses Desain ternyata adalah sebuah proses yang cukup panjang dan ketika kami sudah mulai mendesain, maka kami sudah mengeluarkan produk yang disebut DESAIN. Apakah anda harus bayar jasa kami? Apakah saat anda minum obat, harus sembuh dulu baru bayar ke dokter atau apotik...??

Saran kami, sebelum anda menghubungi arsitek atau penyedia layanan jasa desain, pastikan dan yakinkan diri anda bahwa anda "memang" butuh jasa mereka, terbukalah dengan mereka, pastikan anda nyaman dengan mereka, karena proses desain adalah proses komunikasi antara arsitek/desainer dan klien yang cukup panjang. Bahkan kami akan menolak secara halus calon klien yang membuat kami tidak nyaman, meskipun klien tersebut menjanjikan project dengan nominal yang besar, karena buat kami klien yang membuat kami nyaman adalah klien yang menghargai kami sebagai arsitek dan menghargai sebuah proses desain.

# Lihat juga artikel "RIBET-NYA PROSES DESAIN"


14.6.16

"RIBET"-NYA PROSES DESAIN

Seringkali kami menghadapi klien yang belum memahami sebuah proses desain, ketika mereka bertanya "harga per-meternya berapa?", sudah bisa ditebak pasti orang ini belum paham dengan proses desain, karena pertanyaan itu akan lebih pas ditanyakan di toko kain hehehe..
Kenapa kami bilang belum paham proses desain? karena untuk menjawab pertanyaan itu harus melewati sebuah proses desain. Kami memaklumi karena selama ini di masyarakat telah terbiasa jika membangun rumah, anda hanya mengandalkan pertanyaan "harga per meternya berapa?", jika dirasa sesuai dengan budget, maka bisa langsung di eksekusi, tanpa melalui proses desain, terkadang gambar desain juga ala kadarnya.
Memang praktis..tapi tahukah anda dengan harga per meter yang sudah anda ketahui di awal, bahkan ketika gambar desain pun belum ada, apakah anda tahu rumah seperti apa yang akan anda dapatkan?.
Kami mencoba mengenalkan proses desain dalam setiap project yang kami kerjakan. Proses desain dimulai dengan :

1. Data Awal Data awal adalah informasi yang kami perlukan di awal proses desain, atau lebih tepatnya sebelum memulai desain, informasi atau data awal ini antara lain:
a. Budget
Banyak orang yang masih belum terbuka dengan budget, padahal info budget sangat penting kami ketahui dari awal untuk menjadi "batasan" ketika nanti membuat desain, menentukan luasan bangunan dan pemilihan bahan. Kecuali anda termasuk orang yang tanpa batasan alias uang bukan masalah, lain cerita yaa...
b. Kebutuhan Ruang = Luasan Lantai Bangunan
Kebutuhan ruang adalah data tentang ruang/area yang anda butuhkan dalam rumah anda, mulai dari carport, garasi, teras, ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, dapur, kamar mandi, gudang, dsb. Total luasan ruang/area itu nanti yang akan menjadi luasan lantai bangunan keseluruhan. Luasan ini akan menjadi "batasan" juga, apakah anda ingin rumah di kisaran luas 100-200 m2? maksimal 400m2?, dst.
c. Konsep/Tema Desain
Desain rumah bisa diwujudkan dalam berbagai konsep desain, misalnya: konsep rumah resort, konsep rumah ecogreen, konsep rumah minimalis, konsep rumah tradisional, dsb. Tahap tanya jawab dengan pemilik rumah sebagai penghuni rumah akan menentukan konsep apa yang akan dipilih. Konsep yang dipilih akan diselaraskan dengan keilmuan arsitektur, misalnya: penghawaan, pencahayaan, sirkulasi, estetika, dst.

2. Gambar Desain 2 Dimensi
Setelah semua data awal kami kantongi, mulailah kami membuat gambar desain yang kami sajikan dalam bentuk penataan denah dua dimensi. Apakah penataan denah dan luasan masing-masing ruang/area sudah mencukupi dengan kebutuhan pemilik rumah?, apakah luasan masih sesuai dengan budget yang dianggarkan? (ingat...fungsi budget sebagai batasan). Dalam tahapan ini luasan lantai bangunan sudah bisa diketahui.

3. Gambar Desain 3 Dimensi
Setelah penataan denah selesai, maka proses desain dilanjutkan dengan gambar desain 3 dimensi, desain bangunan secara 3 dimensi sudah terlihat. Dalam tahapan ini mulai dipilih material-material yang akan digunakan. Apakah pemilihan bahan sesuai dengan konsep yang dipilih?, bagaimana estetika nya?, apakah masih sesuai dengan budget? (ingat...fungsi budget sebagai batasan).

4. Menghitung RAB (Rencana Anggaran Biaya)
Tahap ini adalah menghitung seluruh anggaran, yang semuanya disesuaikan dengan desain yang sudah disepakati. Jika anda ingin mengetahui harga per meter bangunan maka, tinggal anda hitung antara:
Total dari anggaran biaya : luasan lantai bangunan = harga per-meter bangunan
Hasilnya bisa berbeda-beda pada tiap orang, karena budget tiap orang berbeda-beda, kebutuhan luasan lantai bangunan juga berbeda-beda, pemilihan bahan juga berbeda-beda. Jadi, jangan samakan harga per-meter bangunan rumah anda dengan tetangga anda, pasti tidak sama. Kecuali anda beli rumah di perumahan yang kondisinya serba sama/seragam/massal.

Sekilas memang proses desain terasa ribet, namun sebenarnya tidak juga. Karena dengan proses desain anda memiliki perencanaan yang matang mengenai desain dan pembiayaannya. Semua project yang kami kerjakan selalu melalui proses desain, pantang bagi kami mengerjakan project tanpa melalui proses desain, karena bakal bikin ribet hehehe.. Jadi, kalau di awal kami ditanyain "harga per meternya berapa?", harap maklum kalau kami tidak bisa menjawab yaaa....




12.3.15

DESAIN RUMAH MODERN MINIMALIS - MALANG

Trend gaya minimalis  pada rumah tinggal, diwujudkan dalam  desain rumah ini. Namun, tetap harus memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri sebagai cerminan dari pemilik. Desain rumah modern minimalis 1 lantai ini berdiri pada lahan berukuran 9 x 17 m. Dengan Kebutuhan ruang yang lumayan banyak dan pengaturan bukaan - bukaan sebagai area pertukaran udara, desain ini tetap menampilkan gaya minimalis yang ringan, modern dan anggun.

Gambar : Bird Eye View

Gambar : Interior ruang Keluarga



11.3.15

MERENCANAKAN DESAIN CAFE

Perkembangan Café
Merujuk pada Kamus Bahasa Indonesia, definisi Café adalah "restoran kecil yang melayani dan menjual makanan ringan dan minuman, kafe biasanya digunakan untuk rileks". Namun, saat ini café bukan sekedar tempat untuk membeli makanan ringan atau minuman, café telah berkembang menjadi tempat berkumpul, bersosialisasi, pertemuan bisnis, gaya hidup atau sekedar untuk melepaskan penat. Tentunya mereka mencari café yang nyaman, yang menarik, bukan hanya café yang memilik menu-menu special. Perkembangan gaya hidup itulah yang harus dipahami pelaku bisnis café. Desain cafe juga berperan penting membuat pengunjung betah dan ingin kembali. Cafe haruslah terlihat rapi, bersih, nyaman dan unik. Akan lebih baik jika cafe memiliki konsep tersendiri yang diterapkan ke dalam interior cafe sehingga menjadi ciri khas yang akan diingat pengunjung. 

Segmentasi Café
Layaknya majalah atau acara televisi, café pun memiliki diferensiasi segmentasi, biasanya tersaji dari interior, acara/event yang sering diadakan ataupun rate harga menu café tersebut. Misalkan ada café yang dirancang khusus untuk penggemar musik, pembaca buku, penggemar motor, penggemar seni, mahasiswa dan masih banyak lagi. Dari diferensiasi segmentasi itulah proses untuk membuat konsep desain café bisa dimulai. 

Tema Desain Café
Layaknya pada rumah tinggal, ada bermacam-macam tema yang bisa diterapkan dalam mendesain café, antara lain:
1. Vintage : kuno, tua, klasik, antik, 100 tahun lebih tua dari saat ini. Tema vintage bisa dipecah lagi menjadi vintage eropa klasik, vintage western, dan vintage local dari Indonesia.

Sumber: Balique Café Restaurant, Jimbaran-Bali, Indonesia 

  2. Industrial Design : tegas, unfinished, material upcycle dan recycle, kesan maskulin sangat terasa, sedikit permainan warna dan diseimbangkan dengan material kayu untuk kesan hangat.

Sumber: Code Black Coffee, Melbourne-Australia 

  3. Pop Movement/Pop Art : dinamis, out of the box, mendobrak batas-batas seni, memanfaatkan simbol-simbol dari TV, iklan, dan koran. Warna cerah dan tegas, text huruf yang tebal. Material elastis, fiber glass, plastic.

Sumber: Café Boulud, Toronto-Canada 

  4. Rustic Design : tidak di finishing, texture kasar, dominasi ekspos material alam, kayu, batu, warna terakota, nuansa gelap-terang, kesan yang ditimbulkan hangat dan alami.

Sumber: D’Keik Bakery and Resto, project Studio Arsitektur Idea Nusantara. 


Sumber: Cheese Bury Kopi Tiam, project Studio Arsitektur Idea Nusantara

Dan masih banyak lagi tema desain yang bisa diterapkan pada perencanaan desain café.

Merencanakan Anggaran
Untuk memulai usaha café tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya untuk mendesain café bisa jadi menguras anggaran, namun semuanya bisa diatasi dengan kejelian anda dalam berkreasi. Konsep yang diusung sebuah kafe akan menentukan besar kecil anggaran. Pemilihan furniture yang cerdas juga akan mempengaruhi besar kecil anggaran yang harus dikeluarkan. Jika anggaran terbatas, sebaiknya buatlah skala prioritas dalam mendesain interior dan eksterior café.





17.2.15

BERAPA (SEBENARNYA) BIAYA RENOVASI RUMAH ?

Banyak yang masih salah kaprah dalam memahami kata-kata ”renovasi rumah”. Banyak yang mengira “hanya” menggeser tembok, menambah kamar di atas, atau merubah tampak muka rumah adalah renovasi kecil yang tentunya membutuhkan biaya kecil juga. Pada kenyataannya, renovasi rumah yang “hanya” ingin menggeser tembok atau menambah ruangan ke atas ternyata tidak serta merta bisa disebut pekerjaan kecil dengan biaya kecil.

 Anda mengira hanya ingin menambah ruangan dengan ukuran 2,5m x 4m = 10 m2 dengan asumsi biaya bangunan 2,5jt/m2, maka anda akan menyiapkan anggaran 10 x 2,5jt = 25 juta. Sebenarnya anda tidak sepenuhnya salah, hanya anda lupa memperhitungkan konsekuensi dari renovasi. Seringkali setelah mengetahui biaya-biaya lain yang timbul dari konsekuensi renovasi rumah, klien akan terkejut karena ternyata biayanya bisa jadi diluar bayangan mereka.

 Secara garis besar kami akan membagi renovasi rumah menjadi dua, yaitu renovasi horizontal dan renovasi vertikal. Renovasi horizontal masih berada dalam satu level ketinggian yang sama, misal: menggeser tembok untuk melebarkan bangunan. Sedangkan renovasi vertikal adalah menambah luas bangunan ke atas atau beda level ketinggian, misal: menambah ruangan di lantai atas karena di bawah sudah tidak memungkinkan.

 Ada konsekuensi pekerjaan karena renovasi yang dilakukan, konsekuensi yang timbul dalam setiap pekerjaan renovasi bisa berbeda-beda tergantung dari apa yang akan direnovasi. Ketika anda memutuskan untuk menambah ruangan tentunya harus dipikirkan bagaimana strukturnya, misalnya struktur atap, apakah membuat atap baru atau membongkar sebagian atap dan menyambung atap lama dengan atap baru. Menyambung atap pun akan memiliki resiko terjadi kebocoran sewaktu hujan, untuk itu ada pekerjaan-pekerjaan tambahan untuk meminimalkan resiko kebocoran tersebut. 

Sedangkan untuk renovasi rumah yang sifatnya vertikal atau menambah luasan ke atas, yang harus diperhatikan adalah mengecek kekuatan fondasi. Kebanyakan fondasi rumah 1 lantai tidak disiapkan untuk rumah 2 lantai, apakah akan dibuat fondasi baru atau fondasi lama dikuatkan (istilah awamnya suntik fondasi). Selain itu yang sering dilupakan adalah menyiapkan area bebas di lantai 1 untuk meletakkan posisi tangga. Bisa jadi anda harus merelakan salah satu ruang di lantai 1 untuk digunakan sebagai area tangga.

 Selain itu ada bagian-bagian tertentu dari bangunan yang harus dijaga karena tidak terkena renovasi namun berpotensi terjadi kerusakan, misal: tembok yang berada disamping tembok yang direnovasi, menjaga keramik lantai agar tidak pecah selama proses renovasi, dsb. Dan menyesuaikan kondisi bangunan yang baru direnovasi dengan bangunan lama, misal: tampilan cat dinding lama dan baru, menambah keramik lantai dengan motif yang sama, dsb.

 Konsekuensi-konsekuensi itulah yang ikut menambah anggaran biaya dalam sebuah pekerjaan renovasi. Bisa jadi nilai rata-rata per m2 bangunan yang direnovasi bisa lebih tinggi daripada rata-rata nilai bangunan baru.

 Jadi, sebelum anda memutuskan untuk merenovasi rumah anda, pastikan dulu bahwa renovasi ini benar-benar harus anda lakukan karena kebutuhan ruang yang mendesak. Sebaiknya pilih salah satu renovasi saja, apakah renovasi horizontal ataukah vertikal. Jika luasan di lantai 1 masih memungkinkan sebaiknya renovasi horizontal saja. Namun, jika dirasa di lantai 1 sudah tidak memungkinkan untuk menambah ruang maka jalan satu-satunya adalah renovasi vertikal dengan menambah bangunan ke atas. Rencanakan dengan teliti segala konsekuensi dari renovasi yang akan anda lakukan, sehingga anda bisa menyiapkan biaya tambahan untuk pekerjaan-pekerjan tambahan yang timbul dari renovasi yang anda lakukan.



 

Popular Posts

Subscribe Us!